Selasa, 03 April 2012

Asal-usul dan sejarah topi koboy


John Batterson Stetson adalah seorang Amerika yang lahir di Orange, New Jersey tahun 1830. Sampai saat ini nama Stetson melekat sebagai bagian dari istilah “the real Stetson hat” atau yang umum kita kenal dengan topi koboi. Stetson menciptakan bentuk dan model topi tersebut secara tidak sengaja ketika sedang bekerja selaku penambang emas di Colorado. Stetson membuat topinya dari bahan dasar bulu, karena selain kuat juga mudah untuk dibentuk sesuai dengan model yang diinginkan.
Awal mulanya bentuk topi Stetson dianggap aneh atau tidak lazim, bahkan kerap digunakan sebagai bahan lawakan dari koleganya. Namun lambat laun topi Stetson membuktikan bahwa keberadaannya sangat berguna. Sisinya yang lebar berfungsi sebagai proteksi terhadap air hujan, kemudian di kala cuaca panas, terdapat kantong udara pada ujung atas topi Stetson yang memberikan insulasi terhadap kepala, sehingga suhu didalam topi tetap sejuk. Bahkan bagian kepala dari topi Stetson (crown head) dapat difungsikan untuk mengambil air minum.
Berdasarkan kisah yang diceritakan secara turun temurun, koboi pertama yang menggunakan topi Stetson menebusnya seharga 5 dolar dalam bentuk emas. Kala itu sang koboi bertemu dengan John Stetson dalam suatu perjalanan, sang koboi tertarik akan topi Stetson dan memutuskan untuk membelinya.
Tahun 1865, John B. Stetson memutuskan untuk mengakhiri petualangan “wild-wild west-nya” dan menetap di Philadelphia, Pennsylvania. Stetson kemudian mendirikan rumah produksi topi outdoor dengan model yang dia temukan pertama kali (topi koboi, cowboy hat). Model pertamanya secara resmi dinamakan “Boss of The Plains”. Tahun 1886, perusahaan topi Stetson telah menjadi yang terbesar di dunia dan pada tahun 1906, perusahaan ini telah memproduksi 2 juta topi koboi. Sampai saat ini model dasar dan cara pembuatan topi koboi Stetson tidak berubah banyak sejak pertama kali diproduksi pada tahun 1865. Topi Stetson kemudian melekat dengan legenda2 dunia “Wild West” seperti Buffalo Bill, Calamity Jane, Billy the Kid, Will Rogers bahkan Lucky Luke.
Tidak hanya “western hat”, perusahaan Stetson juga meproduksi “dress hat”, bahkan bagi kaum perempuan, Stetson membuat label khusus yaitu Stetson Lady. Selain itu produksinya juga merambah ke selendang, pernak pernik pakaian, tas, koper dan berbagai macam aksesori. Tahun 1970 Stetson merubah strategis bisnisnya dengan menutup pabrik di Philadelphia dan meneruskan produksi label Stetson dengan sistem lisensi lewat berbagai perusahaan manufaktur.

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/10/sejarah-topi-koboi-must-know.html

Asal-usul dan sejarah dasi


Dasi, aksesori leher yang biasa dipakai oleh para anak-anak sekolah dan pegawai kantoran, atau pekerjaan lain yang mengharuskan berpakaian rapi. Ternyata sejak zaman batu aksesori di leher dan dada sudah ada, khususnya untuk memberi ciri pada kelompok pria dari strata tinggi.

Dasi Kuburan XianMalah pada Romawi Kuno sudah dipakai kain untuk melindungi leher, khususnya oleh para juru bicara. Pada perkembangannya prajurit militer Romawi pun memakainya. Bukti dipakainya aksesori kain leher tampak pada patung batu di makam kuno, Xian, Tiongkok.

Aksesori leher terkenal yang lain munculdi masa Shakespeare(1564 - 1616), disebut "ruff". Kerah kaku dari kain putih, bentuknya seperti piringan besar yang melingkari leher. Untuk mempertahankan bentuk, ruff sering dikanji. Lama-lama ruff bertumpuk-tumpuk hingga mencapai ketebalan beberapa sentimeter dan mengakibatkan iritasi.

Akhirnya lahirlah "cravat" pada masa pemerintahan Louis XIV tahun 1660-an. Coba saja cek di google image, ketik keyword Louis XIV, terlihat beliau sedang memakai cravat putih.

Penuturan Francoise Chaile dalam buku La Grande Histoire de la Cravate (Flamarion, Paris, 1994). "... Sekitar tahun 1635, sekitar enam ribu prajurit dan ksatria datang ke Paris, yang disewa oleh Louis XIII dan Richelieu. Pakaian tradisional mereka amat menarik. Sehelai sapu tangan diikatkan di leher dengan cara khusus. Sapu tangan itu terbuat dari berbagai kain, dari yang serupa seragam, katun halus, hingga sutera. Gaya unik ini segera 'menaklukkan Perancis'. Apalagi cara ini lebih praktis ketimbang kerah kaku. Sapu tangan itu cuma diikat, dengan ujung-ujungnya dibiarkan lepas." Sapu tangan yang dimaksud itu disebut cravat, artinya "penduduk dari Kroasia". Bisa diambil pengertian bahwa cikal bakal penemuan dasi modern berasal dari Kroasia.

Cara mengikat cravat pada zaman dulu berbeda-beda, karena akan membedakan kelas si pemakai cravat itu. Sehingga cravat pada saat itu sangat 'dihargai', jika ada yang berani menyentuh cravat orang lain artinya dia menantang dan terjadi duel.

Muncullah takhayul seputar cravat. Kalian tahu Napoleon Bonaparte? Beliau selalu menang perang ketika mengenakan cravat hitam yang dililitkan dua kali mengitari leher. Saat di Waterloo, Napoleon memakai cravat putih dan akhirnya "jatuh".

Cravat mulai menyerupai dasi modern dengan ujung panjang muncul pada tahun 1860-an. Dan pada tahun 1890-an, muncullah dasi kupu-kupu.

SUMBER

Demikian cerita singkat yang dapat dibagi, jika ada info yang lain, tolong ditambahkan yah.

Referensi :
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Dasi


Sehatnya Jalan Kaki Tanpa AlasGhiboo.com - Kaki merupakan anggota tubuh yang sangat diperlukan manusia. Itulah mengapa kesehatan kaki perlu diperhatikan, meskipun masih banyak orang yang sedikit mengacuhkannya. Salah satu cara yang murah dan mudah adalah berjalan tanpa alas kaki secara rutin bagi kesehatan.
Berikut ini beberapa manfaat sehat yang bisa Anda rasakan dengan melakukan jalan santai bertelanjang kaki, yang dikutip melalui medicmagic, Senin (2/4).
Mencerahkan pikiran
Saat kaki melangkah tanpa alas kaki, tingkat kesadaran kita akan meningkat secara spontan. Setidaknya pada benda di sekitar yang akan kita pijak, seperti duri, kerikil tajam atau benda lain yang bisa melukai telapak kaki. Tanpa disadari, kondisi ini akan membuat pikiran jadi lebih cerah dan merangsang fokus pikiran lebih baik.
Yoga kaki gratis
Berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki, seperti sepatu atau sendal, juga akan membantu meregangkan sekaligus memperkuat otot tendon, ligamen dalam, pergelangan kaki dan betis, ketegangan lutut dan masalah punggung, sehingga akan membantu mencegah cidera. Jalan nyeker juga mengaktifkan kerja otot tertentu yang membantu menjaga postur tubuh dan keseimbangan badan. Otot ini tak aktif ketika mengenakan alas kaki.
Refleksi gratis
Kaki memiliki beberapa titik refleksi yang terhubung ke hampir semua organ tubuh. Benjolan kecil, batu atau permukaan kasar akan menstimulasi titik refleks di kaki. Meski terasa sakit, namun memiliki efek positif untuk meredakan gejala penyakit di tubuh.
Redakan stres
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berjalan tanpa alas kaki di atas rumput membantu mengurangi kecemasan dan depresi sebesar 62 persen. Selain itu, jalan tanpa alas kaki juga meningkatkan kadar endorfin sehingga memicu timbulnya rasa senang.
Tidur malam lebih berkualitas
Ada beberapa orang yang percaya bahwa berjalan kaki tanpa alas merupakan obat terbaik untuk mengatasi insomnia.
Detoksifikasi
Bumi memiliki muatan ion negatif yang berperan dalam detoksifikasi tubuh, mengurangi efek peradangan, sinkronisasi siklus ritme hormonal dan fisiologis, serta memberikan efek yang menenangkan. Jadi, saat Anda sedang bermain di pantai, cobalah untuk melepaskan alas kaki.
Menyehatkan jiwa
Berjalan tanpa alas kaki membuat Anda terhubung dengan alam sekitar. Lebih mudah untuk merasakan hangatnya sinar matahari atau desiran angin di pepohonan. Sehingga, berjalan kaki tanpa alas sangat baik untuk kesehatan pikiran, tubuh dan jiwa.